Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 April 2010

SelAmaT PaSKah

Dear All, Jumat lalu, Umat Kristiani   

Mulai melaksanakan Rangkaian Peribadatan Paskah, 

Mulai  JUmat Agung, dan Minggu Paskah, 

Kami, Mati Ketawa Ala SBY - Boediono


Mengucapkan Selamat Merayakan Rangkaian Ibadah Paskah, 

Semoga Kedamaian, Kebahagiaan, Selalu ada bersama kita semua di muka bumi...


AMin

Jumat, 18 Desember 2009

SElamAt TahUN BarU....

Hari ini...

Tepatnya... 

Minggu INi....
LibUR Panjang...
Lagi-lagi Panjang.... 

SAudaraku di Tanah Air...Kali Ini ...Kita Libur Panjang SEjenak...dari Century... 
dari Hak Angket....
Bahkan Permakzulan Saya...(Gimana Mungkin...Jabatan Saja Saya Gak Punya..) duh..ngelantur kemana-mana.... 


Saudaraku....kami...
Mengucapkan 
SelamAt berlIBur Panjang....
Selamat TahuN Baru Hijriah, 

Bagi UmaT Islam Yang Merayakannya, dan Bagi Umat Lain yang Ikut Libur.... 


SemoGa ...KedamAian...PerlIndungan Dari ALLAH SWT...selalU  bersama Rakyat Indonesia.....

SekalIPUn..Presidennya ...sudah bukan Saya...(eh..3mang SiapA sayA?)...

HapPy Lunar Year...1431 H

Jumat, 27 November 2009

Selamat Iedul Adha 1430 H

Hari ini, tepatnya Jumat, 27 November 2009


Kita boleh melupakan sejenak...sesaat urusan politik...kritik mengkritik...ceramah menceramahi, dll.....


Hari ini, Muslim di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Iedul Adha, 1430 Hijriah....


Keteladanan Iedul Adha, memiliki banyak catatan,

mulai dari Arafah, kabarnya tempat bertemu kembali Adam - Hawa,

Remembering proses keluarnya mata air air zam-zam, hingga yang tidak kalah penting....

Penyerahan diri secara mutlak Ibrahim AS dan Ismail AS kepada TUHAN; ALLAH SWT...Keduanya mengikhlaskan diri tuk mengorbankan orang-orang yang mereka cintai, demi menjalankan perintah 4JJI SWT....



Semoga kedamaian, kebahagiaan menyelimuti bumi...

Semoga, setelah Iedul Adha ini, saya tidak ragu untuk mengorbankan Anggoro,
Anggodo,
Ong Yuliana...
demi tercapainya penegakan hukum paripurna di negeri Anggodonesia...

eh maaf....

Indonesia....

Selamat Hari Raya....

Semoga Kebahagiaan menjadi milik kita semua...

Amien

Senin, 23 November 2009

Dukung Saya berpoligami dunks!!!

Disclaimer : Tulisan ini fiktif, kalau ada kesamaan...terhadap apa yang ada di dunia nyatakan...semata-mata ingin menunjukkan bahwa sekalipun fiksi, fiksi ini berisikan kritik atas kenyataan yang terjadi...sekali lagi...kritik ini fiktif...(he..he..he..)



Belum lama berselang, setelah kelaR KASus TerORisme...malAysia kehilangan Noordin M.Top dan Dr.Azahari...kemudian...MalaySIA mengejar (baca : mengobok-obok) INdonesIA dengan KlaIM atas tAri Pendet...Kelar dari klaIM tersebut...MalaySIA kembALi muncul dengan KLUB POLIGAMI...kali ini LauNCHIng di Bandung....


Banyak yang heran...kok selalu MalAysiA bikIN ulah...Padahal...RI 1 aja diem....Entah karena gak tahu...atau memang gak mau Tahu atau Memang sudah disumpal dengan Dollar Malaysia...entah.....O ya...saya ingin tegaskan...RI 1 di Indonesia itu banyak lho...mulai dari Bonaran Situmeang, Anggoro, Anggodo, SBY...dll...tergantung Anda ingin mengasosiasikan RI 1 itu sebagai siapa...Kalau Anda penganut GIGANTISME..boleh juga kok ngaku2 RI 1


Nah...

Terkait Poligami...saya heran...kok masih banyak yang nentang ya...padahal...sejak zaman dahulu kala...Para Pemimpin dunia...banyak yang berpoligami...mulai dari Fir'Aun, Soekarno...Raja-raja Jawa...dll...lalu...bukankah mereka yang memiliki tanggungjawab sosial tinggi...butuh penyeimbang tuk meredam stress mereka....dalam konteks ini...boleh jadi salah satu sarana penyeimbang itu wanita....

Lalu ...apa hubungannya dengan saya...
Dengarkan saya baik-baik......


Belum lama berselang...telah terbuka dengan telanjang di depan umum...seorang wanita yang berani menyebut inisial nama SBY....terkait dengan KRIMinalisasi KPK...masih ingat dunks dengan Ong Yuliana Gunawan?....lalu..ingatkah dengan Janda Cantik ArthalytA SurYANi....nah ...Sekarang....



Tolong Anda berfikir Rasional...Apabila ...saat ini seseorang yang berumur 60 tahun....melihat wanita cantik...mandiri...kaya...pengusaha...pintar bergaul...seperti mereka berdua...

sah atau tidak sah apabila saya berkeinginan menjadikan salah satu atau keduanya...menjadi istri saya...HARUSNYA BOLEH...toh secara aGama..tidak dilarang...

saya PEDE ABIS bisa adil...masak sih hamPIR 60 juta rAKyaT IndonesIA memILIH saya...JAdi PResiden...semENtara untuk Urusan RumAH Tangga (baca: Atas RanJang dan DapUR) saya TIdak bisa berlakU Adil...!!!???


lagiPUla...

Tokh..secarA Normal...Anak2 saya Sudah Dewasa...Mereka Tidak Akan Terguncang Apabila ...sayaBerPOLigami...ApalAgi...Mereka Berdua Laki-laki....


Maka....sudah TerlanJUr basah...dan Secara PsikOLogis MauPUN PsIKOLinguistik...Gak MungkIN Ong YulIANa berani menyebUT nama SBY...tanpa Ia Mengenali SBY...atau ArthalYTa ada BerFOto dengan SBY tanpa Kenal SBY...


TOlONG...izinkan SBY berpoligami dunks.....

Tokh....Keduanya Tipe wanita yang mandiRi...minimal bisa Cari MakanSendIRI ..tanpA haRUS bERgANTUNG KEpada SBY...Plizz....


Tolong dunks ..Izinkan saya berpoLIGami...daripada saya curi-curi...nanTi tiba2 ada yang MUncul...MenyebUT lagi Nama saya...kan Mendingan saya SaHKAN saja...

Plizzz....

PerCaya deh...

semakIN saya diberi izin bErpOligami...SemakIN saya akan Peka Terhadap Masalah SOsial...

tahu Gak kenapa??? ...


Karena Boleh Jadi...setElah saya BerPOLIgami...saya BAgian dari Masalah SosIAL itu Sendiri...Betul khan!!!???




Sabtu, 14 November 2009

Saya Tidak Tersinggung!!!!!!!!!!

Dear All...akhir-akhir ini...segera setelah diperdendangkan rekaman pembicaraan yang mencatut nama SBY...atau RI 1 di mahkamah konstitusi....

Banyak orang yang terperangah...sebegitu hina kah SBY atau RI 1...sehingga nama dirinya...dapat dengan mudah dicomot oleh siapa saja!!!???


Sungguh...saya menyayangkan pendapat seperti itu...perlu teman-teman ketahui...bahwa adalah hak bagi seorang SBY atau RI 1 untuk dapat berteman, bersahabat dengan siapa saja...mulai dari ...
Kepala Negara dari negeri lain,
bintang film,
bintang film porno,
gay,
lesbian,
wanita tuna susila,
dan lain-lain....


Kenapa demikian...
karena hak menjalin persahabatan dengan siapa pun adalah hak asasi manusia...



Anehnya lagi...banyak yang mengejar...
terutama terkait dengan Cicak vs Buaya...
Apakah saya tersinggung...SBY atau RI 1 dicatut....bahkan...saya diminta melaporkan...
ini GIlA!!!!!!!!!!!!!


Tahukah Anda...bahwa ...
ANggoRO WIdjojo,
AngGOdo Widjojo,
ArtHAlyTa SurYAni,
ONg YulIAna...sama seperti
JOkO Chandra...
SamPOErna...mereka ORang-oRang berdUIT...
dan bohong besar kalau Saya TIDak Butuh Duit...


INgat...Baik Saya Politisi atau Politishit...dalam Partai Apapun juga...bagian Apa Pun (Part Tai) saya tetap butuh DUit...dan Tahukah Anda...bahwa Uang Dapat menyelesaIKAN hamPIr semua Persoalan...

Sekalipun belum Tentu akar persoalan....


Terakhir.....................adalah HAK SAYA untuk Melaporkan Ke POLISI tentang PEncatutAn Nama SBY atau RI 1 dan itu bukan kewajiban!!!!!!!!!! tiTIK...

hAK sAYA..bukAN KewAJIban...janGan ajari Saya tentang hal itu!!!!!!!


jANGAN PERnah BeranGGApan Bahwa Saya MEmbiarkan..bukan...tetapi memang bagi saya...penCatutan nama seseoRang untuk kepentingan Orang Lain adalah LUmrah....itu manusiawi...Menschlich....


INGatkah ANda...ketika Anda belajar atau ingin mengajarkan tentang etika dan etika tersebut dibawa oleh Nabi ANda..maka...ANda akan mencatut Nama Nabi Anda..padahal asal muasal ajaran tersebut..masih bisa diperdebatkan....


Sebagai PEnutup...
SAYA HARUS TegaskaN...
Bahwa....
SAya BUkan SUsiLO BambAng Yudhoyono ...
SBY.......
apalagi RI-1......

TITIK......

Sabtu, 27 Desember 2008

MEt TaHUN Baru HiJRiah 1430 HIjriah

Dear All....
Para Penikmat GUyoNAn Ala SBYJK...
Termasuk Para Penonton Yang BOedIEmAN...
Menyambut PErgantian Tahun Hijirah dari Tahun 1429 HijrIAH ke Tahun 1430 HIjriah....
Izinkan Kami....(mewakiLI para PEnulis di Blog Ini...BUkan Mewakili SBYJK)  mEngucapkan SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH....1430 HijRIah...
SEMOGa Tahun  Depan KIta Dapat Tertawa Lepas BErsama-Sama..
.
MEnterTawakan AKtiVITas Kami...YANg Tidak Dapat MembEdakan ANtara PEran Kami Sebagai KepalA NEgara dan WakIL KEPala NEgara dengan PEran dan Tanggungjawab Kami SEbagai Ketua dan Atau Ketua Dewan Pembina Partai Politik...
SEmoga Anda Dapat Tertawa Lepas....MEnIKMati KebODohAn kami Semua...(INgat Kami Dipilih oleh Anda Semua...jadi KalaU Kami Bodoh....berarti Anda.....(Silakan dibaca dengan 'Apalagi...)   
SELAMAT TAHUN BARU ... 1430 Hijriah

Kamis, 25 Desember 2008

SelAmat Hari Natal ...2008

Tanpa Terasa.....Saat ini kita sudah di PenghUJung Tahun 2008

Hari INi....25 Desember 2008...Umat  Kristiani, di seluruh DuniaDengan Sukacita yang Khidmat...Menyambut Hari Natal 2008....Hari Kelahiran Yesus Kristus ke INdoneSIa....

Semoga Damai Natal...dan Pesan Kasih yang IA bawa...dapat Selalu HIdup  dan Dapat dilaksanakan dalam keseharian...oleh Rekan-rekan yang beragama Kristen...

Selamat Hari Natal 2008....Damai Di Langit...Damai di Bumi....

Selasa, 16 September 2008

Ahmadiyyah (II) ; Keraguan SBY???

Nah, saat ini, mari kita coba menelusuri secara sederhana, atau meraba-raba, kenapa SBY tidak bersikap secara tegas...






1. TENTANG KEIMANAN AWAL MULA...
Ahmadiyyah sejak lama telah difatwakan oleh MUI bukan-lah Islam melainkan keyakinan lain yang mandiri. Ada pun persentuhan Ahmadiyyah dengan Islam, dalam konteks tertentu, secara pribadi saya menganggap sudah menjadi persinggungan budaya biasa, bukan lagi "pengimplementasian keimanan tertentu" melalui budaya lokal; sebagaimana yang pernah dikerjakan oleh Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Jawa. Secara individu, SBY memiliki "darah" ke-Islaman yang kental, terutama dari garis pendidikan ayahnya. Maka, kecil kemungkinan SBY tidak meyakini bahwa terdapat perbedaan mendasar antara Iman Islam dengan Iman Ahmadiyyah.... Lalu...tanya kenapa...?
a. Boleh jadi keengganan SBY semata-mata untuk menyimpan potensi dukungan bagi dirinya, untuk 2009...Mungkin Ahmadiyyah di Indonesia secara jumlah tidak signifikan, tapi secara kualitas penganut, boleh jadi mereka memiliki posisi penting (terutama dalam bidang ekonomi). Maka, keengganan bersikap tegas adalah hal yang boleh menjadi pilihan SBY.
b. Dukungan dari pihak "Islam Moderat" atau Islam Jalan Tengah, JIL dan PRO-Demokrasi yang (menurut saya) untuk hal ini sudah kebablasan. Maka, bagi SBY hal ini perlu ia ambil...Ingat, dari dulu Indonesia memiliki kuantitas muslim yang banyak, tapi bukan KUALITAS, dan SBY harus memanfaatkan ini. Sumbangan asing dari dan untuk LSM atau Gerakan ISLAM LIBERAL/Moderat, juga menjadi pertimbangan. Maka bagi SBY, kaum PURITAN di ISLAM adalah di awang-awang, bukan di INDONESIA...
c. Pengetahuan dan kejujuran SBY bahwa ia memiliki pengetahuan ke-ISLAM-an, yang dalam batasan tertentu lebih cair dibandingkan darahnya... Hal ini membawa konsekuensi ia harus berhati-hati dalam bertindak...dan keputusannya adalah mengambangkan keputusan... SBY melihat, mendengar (seingat saya ia tidak buta dan tuli) serta membaca (ia juga tidak buta huruf) pertentangan mengenai keberadaan Ahmadiyyah dalam Islam di Indonesia...Dan ia, karena seorang Dr...juga harus mengambil kesempatan (baca; keuntungan) bila tidak, ia merugi. ..Bisakah hal ini jadi bumerang? Siapa pun tahu, bumerang bukan senjata orang Indonesia, apalagi orang Jawa, maka bagi SBY, ia tidak akan terkena bumerang. Sikap diam, santun, menjaga tampilan prima ala Jawa adalah senjata-nya.
2. KEKUATAN EKONOMI
Jaringan Ahmadiyyah internasional adalah jaringan yang kaya, atau minimal jauh lebih kaya daripada kekayaan SBY+JK+AB. Nah, faktor ekonomi menyebabkan SBY "maaf" tergagu-gagu dalam memutuskan... Bayangkan pula, apabila ada "investigasi kemudian" ternyata, investasi Inggris di Indonesia, diendorse oleh kalangan Ahmadiyyah, maka ketika SBY mencoba sembuh dari kegaguannya, melalui kuasa pemerintahan Inggris, akan ada semacam penentangan atas ketegasan SBY. Nah bagi SBY, posisi ini tidak menguntungkan...terlebih ia butuh dukungan untuk 2009 (baca; dukungan dana) Maka, membiarkan Ahmadiyyah hidup dan menumpang pada "ISLAM" di Indonesia, dapat mendatangkan keuntungan, minimal sebagai safe deposit box dengan jumlah yang "dapat diminta sesuai dengan kebutuhan"

3 Tabungan Persoalan Politik (sebagai Persoalan Pengalih Perhatian Publik)
SBY mengetahui bahwa posisi pemerintahan yang ia kelola saat ini, secara politis sudah cukup rapuh. Tentu hal ini biasa, sebab 2009 sudah diambang pintu. Pada bagian lain, KPK yang dikomandoi Antasari Azhar; yang pada awalnya ia anggarkan untuk "menyabet" lawan, ternyata malah akan menarik besan...Nah ia butuh pengalih... Terus terang ia sudah melakukan beberapa kegagalan koordinasi "penyelamatan harta pihak ketiga" yaitu melalui kasus Yusril dan Hamid Awwaluddin. Pada Yusril ia berhutang budi, pada Hamid Awwaluddin, ia adalah kesayangan JK...


Maka, pada saat Besan atau ORang Dekat dirinya (contoh Heru Lelono, istrinya Ani Yudhoyono, atau Aulia Pohan disorot) ia dapat mengalihkan perhatian publik dengan kasus Ahmadiyyah. Tentu sederhana, "katakan bahwa Indonesia terbuka untuk siapa pun dan negara melindungi keyakinan individu warga negara (dengan batasan pengertian yang disepakati oleh penguasa)...Jadi, bagi SBY, kasus Ahmadiyyah adalah Intan yang bernilai tinggi. Sejatinya, bagi Muslim yang tidak perlu puritan, apabila Ahmadiyyah mendeklarasikan dirinya sebagai keyakinan independen, di luar Islam, pasti dapat diterima publik
Jadi, jelas, bahwa pilihan mengambangkan masalah atau ketegasan, dalam hal Ahmadiyyah di Indonesia, bagi SBY (dan mungkin pihak think-tank nya) adalah mata air yang tidak akan habis-habisnya....
Sebagai penutup, saya melihat, apabila rekan-rekan Ahmadiyyah, berani mendeklarasikan secara terbuka, bahwa mereka berada pada keyakinan yang baru, bukan Islam, maka saya akan dukung keberadaan mereka, tetapi apabila berusaha tetap berlindung dengan "rumah" Islam, mungkin " secara akademis" saya termasuk orang yang akan menentang, sekalipun dengan keterbatasan ilmu, bukan berada di garis depan...Yang perlu saya ingatkan, janganlah KEYAKINAN REKAN-REKAN TENTANG KEAHMADIYYAHAN YANG PARIPURNA, malah ditunggangi OLEH KEPENTINGAN POLITIK...Ingat, dalam politik (terutama di Indonesia) Agama seringkali jadi ALAT...BUKAN TUNTUNAN

Lalu...apa yang akan kita dapati diakhir...????....menertawakan SBY (O, oo kamu tidak tegas, punya senjata, tak bisa pakai...O...o, kamu ketahuan, kekurangan uang untuk masa depan/2009) ...menertawakan rekan-rekan Ahmadiyyah (secara kecut) karena ternyata mereka dapat ditunggangi kepentingan politisi, atau malah menertawakan diri saya sendiri karena memiliki keimanan dan wawasan keagamaan pas-pasan...jawabannya akan ditentukan oleh waktu..

Wallahu A'lam Bisshowwab

Minggu, 14 September 2008

Tentang Ahmadiyyah...(1)

Awal Ramadhan ini, isu Ahmadiyyah kembali ke permukaan. Hal ini berkaitan dengan diterbitkannya larangan beraktivitas keagamaan bagi pengikut Ahmadiyyah, di Propinsi Sumatera Selatan. SBY, kabarnya juga akan (telah) memanggil Gubernur Sumatera Selatan yang menerbitkan larangan tersebut.
Sesungguhnya, permasalahan Ahmadiyyah akan bermuara pada ketegasan SBY, sebagai Presiden, dan dalam hal ketegasan, kita harus jujur mengakui SBY bukanlah Panglima atau Orang NOMOR SATU...
Sebelum memulai diskusi atau pembicaraan tentang Ahmadiyyah dalam tataran ke-SBY-an, saya ingin menampilkan sebuah HiMBAUAN dari milist tetangga....
Sebuah Himbauan
Kepada Saudaraku Sebangsa dan Se-Tanah Air
Yang Kebetulan Berasal dari Ahmadiyyah



Salam sejahtera,

Pertama, sebagai pribadi, saya mengakui, bahwa adalah hak semua individu untuk memilih ber-Tuhan dan atau tidak ber-Tuhan.

Sebagai kelanjutan hak tersebut, memilih ber-Tuhan dengan nama tertentu adalah hak dari tiap individu…Maka adalah hak dan pilihan individu, baik saya untuk memilih Islam sebagai agama saya, atau seorang Kristiani memilih agama Kristen, dll. Tiap agama pada akhirnya akan memiliki persyaratan tertulis maupun tidak tertulis berkaitan dengan keyakinan yang dianut agama tersebut. Pada tataran Islam, Nabi Muhammad sebagai Rasul dan Nabi terakhir, adalah final sebagaimana terpilihnya Isa sebagai Juru Selamat bagi Kristiani..

Tentu, hal ini amat berkaitan dengan keyakinan, dan ditegaskan bahwa iman kepada nabi dan rasul adalah bagian dari rukun iman di agama Islam. Maka, pada titik ini, apa yang dianut oleh saudara-saudara Ahmadiyyah (meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi), adalah hal yang di luar dari iman Islami.

Kembali, mengingat adalah hak individu untuk memilih agama atau keyakinan masing-masing, maka mohon dihargai juga keyakinan umat Islam (termasuk saya yang muallaf), yang meyakini bahwa Iman kepada Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir adalah hal yang final…

Yakinlah, di Indonesia, siapa pun bebas beragama (bahkan untuk tidak beragama). 

Sebutlah dan tegaskan Tuhan dan Iman berdasarkan ajaran Anda, jangan berlindung atau mencobai daerah abu-abu….Ingatlah, tidak sedikit agama dan ajaran agama di Indonesia yang hidup dan berani berdiri atas kaki mereka sendiri, seperti Konghucu, Taoism, dll.

Mengapa tidak yakin dengan agama dan diri Anda Sendiri…Biarkan Tuhan Anda menilai, kebenaran dan ketidakbenaran Iman yang Anda pilih (sebagaimana kami pun melakukan kepasrahan yang sama), tapi tolong berikan identitas yang jelas, dan jadikan itu pembeda, karena sesungguhnya, tiap-tiap kita dirahmati untuk memiliki keunikan masing-masing… kenapa tidak berterus terang, bahwa keunikkan adalah hal yang memang tidak mungkin untuk dijadikan sama rata (hal ini membuat keunikan menjadi hal yang tidak unik)..


Secara keuangan, golongan Anda telah mandiri, bahkan memiliki jaringan TV satelit sendiri, lalu kenapa masih ragu memproklamasikan diri Anda sendiri, atau Anda telah kehilangan diri Anda…

Sekali lagi saudara-saudara-ku dari Ahmadiyyah, kebetulan kita sebangsa dan se-tanah air, maka kita pun tahu bahwa di antara kita telah ada perbedaan, mengapa tidak cukup persamaan kita adalah sebangsa dan setanah air, serta perbedaan kita di keyakinan. Tunjukkan diri Anda apa adanya karena dengan itu Anda dianggap ada, selagi Anda bersembunyi, saat itu identitas diri Anda hilang, dan Anda hanya terlihat sebagai bagian dari individu yang terombang-ambing, memiliki keyakinan tapi tidak memiliki keberanian untuk mengetengahkan keyakinan sebagai bagian dari diri Anda. Lebih parah lagi, apabila keberadaan atau ketidakberadaan Anda, ditunggangi oleh kepentingan politik, tentu memilukan, tetapi apabila Anda yang menunggangi kepentingan politik di Indonesia, secara pribadi, saya terbuka dan mau belajar banyak dari Anda.



Terima Kasih




William

Bagi rekan-rekan Ahmadiyyah dan atau Non Ahmadiyyah yang berkeberatan dengan tulisan ini, dapat langsung menghubungi saya ke alamat di bawah ini :


Email : 
ahmadiyyahagamabaru.kenapatakut@yahoo.co.uk