Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 September 2008

Ahmadiyyah (II) ; Keraguan SBY???

Nah, saat ini, mari kita coba menelusuri secara sederhana, atau meraba-raba, kenapa SBY tidak bersikap secara tegas...






1. TENTANG KEIMANAN AWAL MULA...
Ahmadiyyah sejak lama telah difatwakan oleh MUI bukan-lah Islam melainkan keyakinan lain yang mandiri. Ada pun persentuhan Ahmadiyyah dengan Islam, dalam konteks tertentu, secara pribadi saya menganggap sudah menjadi persinggungan budaya biasa, bukan lagi "pengimplementasian keimanan tertentu" melalui budaya lokal; sebagaimana yang pernah dikerjakan oleh Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Jawa. Secara individu, SBY memiliki "darah" ke-Islaman yang kental, terutama dari garis pendidikan ayahnya. Maka, kecil kemungkinan SBY tidak meyakini bahwa terdapat perbedaan mendasar antara Iman Islam dengan Iman Ahmadiyyah.... Lalu...tanya kenapa...?
a. Boleh jadi keengganan SBY semata-mata untuk menyimpan potensi dukungan bagi dirinya, untuk 2009...Mungkin Ahmadiyyah di Indonesia secara jumlah tidak signifikan, tapi secara kualitas penganut, boleh jadi mereka memiliki posisi penting (terutama dalam bidang ekonomi). Maka, keengganan bersikap tegas adalah hal yang boleh menjadi pilihan SBY.
b. Dukungan dari pihak "Islam Moderat" atau Islam Jalan Tengah, JIL dan PRO-Demokrasi yang (menurut saya) untuk hal ini sudah kebablasan. Maka, bagi SBY hal ini perlu ia ambil...Ingat, dari dulu Indonesia memiliki kuantitas muslim yang banyak, tapi bukan KUALITAS, dan SBY harus memanfaatkan ini. Sumbangan asing dari dan untuk LSM atau Gerakan ISLAM LIBERAL/Moderat, juga menjadi pertimbangan. Maka bagi SBY, kaum PURITAN di ISLAM adalah di awang-awang, bukan di INDONESIA...
c. Pengetahuan dan kejujuran SBY bahwa ia memiliki pengetahuan ke-ISLAM-an, yang dalam batasan tertentu lebih cair dibandingkan darahnya... Hal ini membawa konsekuensi ia harus berhati-hati dalam bertindak...dan keputusannya adalah mengambangkan keputusan... SBY melihat, mendengar (seingat saya ia tidak buta dan tuli) serta membaca (ia juga tidak buta huruf) pertentangan mengenai keberadaan Ahmadiyyah dalam Islam di Indonesia...Dan ia, karena seorang Dr...juga harus mengambil kesempatan (baca; keuntungan) bila tidak, ia merugi. ..Bisakah hal ini jadi bumerang? Siapa pun tahu, bumerang bukan senjata orang Indonesia, apalagi orang Jawa, maka bagi SBY, ia tidak akan terkena bumerang. Sikap diam, santun, menjaga tampilan prima ala Jawa adalah senjata-nya.
2. KEKUATAN EKONOMI
Jaringan Ahmadiyyah internasional adalah jaringan yang kaya, atau minimal jauh lebih kaya daripada kekayaan SBY+JK+AB. Nah, faktor ekonomi menyebabkan SBY "maaf" tergagu-gagu dalam memutuskan... Bayangkan pula, apabila ada "investigasi kemudian" ternyata, investasi Inggris di Indonesia, diendorse oleh kalangan Ahmadiyyah, maka ketika SBY mencoba sembuh dari kegaguannya, melalui kuasa pemerintahan Inggris, akan ada semacam penentangan atas ketegasan SBY. Nah bagi SBY, posisi ini tidak menguntungkan...terlebih ia butuh dukungan untuk 2009 (baca; dukungan dana) Maka, membiarkan Ahmadiyyah hidup dan menumpang pada "ISLAM" di Indonesia, dapat mendatangkan keuntungan, minimal sebagai safe deposit box dengan jumlah yang "dapat diminta sesuai dengan kebutuhan"

3 Tabungan Persoalan Politik (sebagai Persoalan Pengalih Perhatian Publik)
SBY mengetahui bahwa posisi pemerintahan yang ia kelola saat ini, secara politis sudah cukup rapuh. Tentu hal ini biasa, sebab 2009 sudah diambang pintu. Pada bagian lain, KPK yang dikomandoi Antasari Azhar; yang pada awalnya ia anggarkan untuk "menyabet" lawan, ternyata malah akan menarik besan...Nah ia butuh pengalih... Terus terang ia sudah melakukan beberapa kegagalan koordinasi "penyelamatan harta pihak ketiga" yaitu melalui kasus Yusril dan Hamid Awwaluddin. Pada Yusril ia berhutang budi, pada Hamid Awwaluddin, ia adalah kesayangan JK...


Maka, pada saat Besan atau ORang Dekat dirinya (contoh Heru Lelono, istrinya Ani Yudhoyono, atau Aulia Pohan disorot) ia dapat mengalihkan perhatian publik dengan kasus Ahmadiyyah. Tentu sederhana, "katakan bahwa Indonesia terbuka untuk siapa pun dan negara melindungi keyakinan individu warga negara (dengan batasan pengertian yang disepakati oleh penguasa)...Jadi, bagi SBY, kasus Ahmadiyyah adalah Intan yang bernilai tinggi. Sejatinya, bagi Muslim yang tidak perlu puritan, apabila Ahmadiyyah mendeklarasikan dirinya sebagai keyakinan independen, di luar Islam, pasti dapat diterima publik
Jadi, jelas, bahwa pilihan mengambangkan masalah atau ketegasan, dalam hal Ahmadiyyah di Indonesia, bagi SBY (dan mungkin pihak think-tank nya) adalah mata air yang tidak akan habis-habisnya....
Sebagai penutup, saya melihat, apabila rekan-rekan Ahmadiyyah, berani mendeklarasikan secara terbuka, bahwa mereka berada pada keyakinan yang baru, bukan Islam, maka saya akan dukung keberadaan mereka, tetapi apabila berusaha tetap berlindung dengan "rumah" Islam, mungkin " secara akademis" saya termasuk orang yang akan menentang, sekalipun dengan keterbatasan ilmu, bukan berada di garis depan...Yang perlu saya ingatkan, janganlah KEYAKINAN REKAN-REKAN TENTANG KEAHMADIYYAHAN YANG PARIPURNA, malah ditunggangi OLEH KEPENTINGAN POLITIK...Ingat, dalam politik (terutama di Indonesia) Agama seringkali jadi ALAT...BUKAN TUNTUNAN

Lalu...apa yang akan kita dapati diakhir...????....menertawakan SBY (O, oo kamu tidak tegas, punya senjata, tak bisa pakai...O...o, kamu ketahuan, kekurangan uang untuk masa depan/2009) ...menertawakan rekan-rekan Ahmadiyyah (secara kecut) karena ternyata mereka dapat ditunggangi kepentingan politisi, atau malah menertawakan diri saya sendiri karena memiliki keimanan dan wawasan keagamaan pas-pasan...jawabannya akan ditentukan oleh waktu..

Wallahu A'lam Bisshowwab

Jumat, 12 September 2008

Serupa Tapi Tak Sama...SBY - SUHARTO (1) Tata Niaga

Akhir-akhir kita dibombardir dengan berita mencengangkan...(zaman SBY)

1. Padi Supertoy HL2 atau H2L yang jelas Heru LeLono, lengkap dengan pembakaran padi kopongnya
2. Heboh pembebasan gula rafinasi ke pasar akhir atau konsumen langsung, lengkap dengan pembuangan gula di daerah Jawa Timur (Madiun?)


Pada zaman dahulu kala... (SUHARTO)

1. Gudang cengkeh di beberapa daerah di Indonesia, dibakar oleh para petani cengkeh (seperti di Buleleng, Temanggung;sayangnya saat itu belum ada internet dan media dikontrol pemerintah).. karena kebijakan Tataniaga Cengkeh oleh BPPC (ala Tommy Soeharto), sekitar tahun 90-an awal.
2. Petani jeruk di Pontianak membuang jeruk mereka ke laut karena jeruk tidak dapat dikirim ke Jawa, karena pengiriman semua dikuasai oleh (maaf, lagi-lagi Tommy)...Harga jeruk pontianak jatuh..antara 93-96...



Mari kita telaah dengan sederhana (sekalipun tidak seksama)


Pada tataran SUHARTO, "kelepasan" ditengarai berdasarkan "kasih sayang" yang berlebihan terhadap Hutomo Mandala Putra...yang sebagai anak bungsu, dianggap anak emas...Jadinya, apa yang ia inginkan dikabulkan oleh Suharto, ayahanda biologisnya...

Maka...seandainya ada anak petani dan keturunan petani cengkeh, yang tiba-tiba, tanpa sengaja melampiaskan dendam kepada Tommy Soeharto, saya rasa wajar dan bijaksana untuk kita menerimanya... Bayangkan, dalam hitungan sebagai DOP masih bisa membunuh...gonta-ganti perempuan...keren kan...tapi siapa ya... yang mau jadi martirnya..


Begitu juga pada Mobil Nasional, atau Jeruk Pontianak, semua karena "kasih sayang" maka lihatlah...kasih sayang tidak hanya dapat membesarkan jiwa seseorang...tapi juga "menewaskan atau minimal mencederai" ratusan atau puluhan ribu orang lain...

Itu jaman dahulu.../harto (baca : persetan) dengan itu semua... maka sebaiknya kita ingat, bahwa sejarah akan berulang... Pemilik kekuasaan, dalam konteks indonesia akhir-akhir ini...lebih dekat ke tiran, bukan pengayom..

Mari cermati kiprah SBY

Padi Supertoy, buatan Touyong yang (mungkin) dibiayai atau disponsori oleh Heru Lelono (Komisaris PT SHI), ternyata merugikan para petani...

Bayangkan...para petani dijadikan kelinci percobaan untuk bibit yang sebenarnya biasa-biasa saja... Mereka yang lemah (bahkan kabarnya karena ditekan Bupati Purworejo...ya bisa apa...?), dan cenderung bodoh (maaf) dijadikan kelinci...

Parahnya lagi...ternyata S3 SBY di ekonomi pertanian IPB (?) Ha...ha...ha...Rupanya ia mempelajari pertanian untuk "memanfaatkan (maaf) kebodohan para petani Indonesia....Agar rapi...ya Heru Lelono jadi bumper.... Jelas...kata-kata "I am not scientist, myself = I am (to be honest) a devilish scientist"..hiks


Itu dari Supertoy

Nah Gula Rafinasi (refinery) dari Luar, bisa masuk ke pasar rakyat...entah siapa yang salah (Bu Marie Elka dan Anton Apriantono...ada pendapat?)

Entah siapa yang mendapat keuntungan...di TV, terakhir ada penyegelan gudang berisi puluhan ribu ton gula senilai triliunan...ha...ha...ha...ongkos politik 2009 (baca : tabungan)

Tentu, persamaannya adalah pada kasih sayang... SUHARTO menampilkan kasih sayang kepada anaknya secara berlebihan...dan maaf SBY menampilkan kasih sayang kepada bangsa Indonesia....bahwa program kerjanya belum dapat ia selesaikan semua... butuh satu kali masa lagi...serta ONGKOS POLITIK YANG TRILIUNAN..Boleh dong nabung sedikit demi sedikit (maaf, tertawa tawar, senyum kecut...; o, o, kamu ketahuan.........)


Masalahnya...Kasih Sayang mereka berdua, mencelakakan lebih banyak orang dibandingkan menguntungkan segelintir orang....tapi apa lacur...SAH tho...


Perbedaannya hanya pilihan subyek tindakan, tapi substansinya relatif sama...kekayaan untuk pihak terdekat jauh lebih dibutuhkan dibandingkan mensejahterakan masyarakat...

Jadi kenapa tidak pilih Tommy Soeharto untuk jadi Presiden 2009...Lebih jujur dibandingkan SBY...serigala adalah serigala...dan maaf, bukan serigala berbulu domba....

Bagi keduanya...masyarakat Indonesia hanya-lah obyek...maka perlukah kita pemimpin untuk negeri ini? Masih, percaya sama SBY?...ha...ha...ha...


DISCLAIMER : Semua Nama, Alamat, Tempat, Kejadian, atau Apapun yang tertulis dalam tulisan ini semata-mata hanya untuk tulisan ini. Terjadinya persinggungan nama, alamat, tempat, kejadian atau apapun yang tertulis dalam tulisan ini dengan kejadian di dunia nyata adalah hal yang tidak disengaja. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memberdayakan proses pembelajaran membaca, baik secara bahasa maupun sastra ; aliran bebas tak beraturan. Kritik dan Lelucon yang hadir, semata-mata guna memberdayakan diri kita untuk lebih dapat melihat kenyataan sebagai kenyataan. Amin. Tulisan ini dapat dikutip, oleh siapa pun juga, di mana pun juga, secara bebas, seluas-luasnya, demi kepentingan terselenggaranya proses pembelajaran membaca secara benar di dunia ini, dengan mencantumkan alamat blog ini sebagai bentuk apresiasi alamiah atas ide penulis.
Apresiasi dari pembaca baik berupa kritik, cacian, dorongan, keberatan atau apapun juga dapat dilayangkan ke ganggang.birulaut@gmail.com



Minggu, 10 Agustus 2008

SBY...Sutrisno Bachir...Yess!!!

Sejujurnya...saya gak sengaja naik angkot T19...Depok - TMII...padahal saya cuma mau turun di Kober...menyambangi teman lama

Entah sedang beruntung atau sedang sial (Anda tentukan sendiri pilihan menurut tingkatan kepercayaan dan kedalaman Anda atas kepercayaan Anda masing-masing)...Dalam Angkot ada dua orang yang sedang bercerita...tanpa simbol apa pun... Ini yang saya simak

A (anggaplah A)
Kalo menurut gue sih SBY tamat...yang tuwir-tuwir kelar deh...
B (anggaplah B)
Ah...gak mungkin...pede amat Lu!!!...SBY masih kuat...apalagi kalo JK jadi ngedukung die...SBY sekarang dah kaya, ya...melalui bini-nya lah.. ditambah GOLKAR...bahkan Partai Kesejahteraan Selalu pun belum tentu mampu ngalahin kekayaannya Golkar...

A.
Gila lu...masih sempat ngenyek partai orang...gua gak pede..sebab gua yakin yang jadi tetap SBY
B.
Maksud Loe...yang bener dong kalau ngomong...


A.
Noh..lu lihat tuh (sembari menunjuk ke gambar kader PAN di bilangan Margonda)...SBY jadinya
Sutrisno Bachir....Yess!!!
B
Ah...mimpi lu!!! gua kirain lu serius...


Secara pribadi, saya cuman menahan senyum, mau ketawa takut dikira sok tahu (padahal sih emang) mau nimpalin...bentar lagi bakal turun...


Jujur, gara-gara si A dan si B, saya jadi ngeh bahwa di Depok lagi ada kampanye... yang menarik adalah...SBY masih dianggap sakti...padahal pelesatannya sudah bejibun...contoh aja...(maaf) Saya Bukan Yesus...(pada gagal 100 hari pertama) atau Saya Bukan Yahudi (guna mendapatkan suara pada PILPRES II, 2004 kemarin)...tapi...entah salah satu atau dua orang tadi kader PAN (atau malah keder karena PAN) menunjukkan bahwa PAN belum memiliki tagline yang ampuh...apalagi Sutrisno Bachir

Kalau cuman copycat mah...(kalau mereka berdua kader PAN) maka jangan-jangan kebijakan Sutrisno Bachir...cuman copycat SBY...kalau begitu...tinggal tunggu waktu-nya...kejual deh negara...(alasan JK...mungkin karena harga pasaran lagi bagus, kalau lagi jelek, siapa yang berani beli...)


Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun


DISCLAIMER : Semua Nama, Alamat, Tempat, Kejadian, atau Apapun yang tertulis dalam tulisan ini semata-mata hanya untuk tulisan ini. Terjadinya persinggungan nama, alamat, tempat, kejadian atau apapun yang tertulis dalam tulisan ini dengan kejadian di dunia nyata adalah hal yang tidak disengaja. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memberdayakan proses pembelajaran membaca, baik secara bahasa maupun sastra ; aliran bebas tak beraturan. Kritik dan Lelucon yang hadir, semata-mata guna memberdayakan diri kita untuk lebih dapat melihat kenyataan sebagai kenyataan. Amin. Tulisan ini dapat dikutip, oleh siapa pun juga, di mana pun juga, secara bebas, seluas-luasnya, demi kepentingan terselenggaranya proses pembelajaran membaca secara benar di dunia ini, dengan mencantumkan alamat blog ini sebagai bentuk apresiasi alamiah atas ide penulis.
Apresiasi dari pembaca baik berupa kritik, cacian, dorongan, keberatan atau apapun juga dapat dilayangkan ke ganggang.birulaut@gmail.com

Minggu, 13 Juli 2008

Canda Garing 0004

Belajar Telanjang Dari Percakapan KYR dan AS

Catatan

Tulisan ini dibuat tidak berdasarkan prinsip ilmiah, tapi hanya mencoba menggunakan nalar yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepada manusia. Penulis tidak dapat bertanggungjawab atas perasaan, kejengkelan, serta emosi siapa pun yang telah membaca tulisan ini. Pertanggungjawaban tulisan akan terhenti pada tulisan dan jawaban atas bantahan yang telah dituliskan oleh penulis. Pada bagian lain, hal ini merupakan apresiasi penulis, bahwa dalam kesempurnaan penciptaan manusia, terdapat tugas untuk berfikir, dan manusia adalah mahluk berfikir (cogito ergo sum), terima kasih.

Pada tanggal 17 Juni 2008), tepatnya pada acara Suara Anda, Metro TV menayangkan “kepasrahan Kemas Yahya Rahman atas hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Jamwas untuknya”. Pada berita sebelumnya Kemas mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh Kemas Yahya Rahman adalah bentuk keinginan dirinya menyampaikan informasi kepada anggota masyarakat yang membutuhkan informasi dari dirinya dan atau kejaksaan agung… Sebagai seorang yang sering menggunakan telpon, baik untuk memberikan konsultasi kepada klien atau bersilaturahmi, maka saya ingin mencoba menelaah secara sederhana percakapan KYR dan AS

Data bisa ditemukan di http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/35859/448/

PERCAKAPAN DENGAN KEMAS YAHYA RAHMAN

Arthalyta : Halo

Kemas : Halo

Apabila percakapan ini benar, dapat dianggap penelpon pertama adalah Arthalyta. Maka, sebagai seorang Jaksa dan telah mendapatkan kedudukan yang cukup, Kemas Yahya Rahman adalah seorang yang dermawan, yang berani membagikan nomor telpon ke masyarakat luas…Bandingkan dengan kebiasaan kebanyakan dari kita (termasuk penulis) yang hanya memberikan nomor telpon (apakah direct line maupun cellular phone) kepada kalangan terbatas. Hal ini menunjukkan transparansi Kemas Yahya Rahman…dalam artian ia benar-benar orang yang sangat menghargai keterbukaan dan persahabatan…Hangat…atau karena Arthalyta (?).

Banyak dari kita, terutama penjabat yang mengganggap, memberikan nomor telpon pribadi secara serampangan dan sembarangan kepada orang lain adalah kebodohan, maka, jelas bagi kita, bahwa Arthalyta, bagi Kemas Yahya Rahman, bukanlah orang sembarangan. Pada bagian lain, tidak mungkin kalau kita anggap Kemas Yahya Rahman bodoh, sebab ia adalah seorang staff ahli Jaksa Agung di Kejaksaan Agung. Kita yang berfikir positif tentu akan mengakui bahwa Hendarman Supandji bukanlah seorang jaksa yang bodoh, dan rela mengambil seorang yang bodoh (yang lain) sebagai staff ahli di lingkungan kerja yang ia pimpin atau bahkan untuk dirinya.

Arthalyta : Ya, siap

Kemas : Sudah dengar pernyataan saya? Hehehe…

Arthalyta : Its good, very good

Kemas : Jadi tugas saya sudah selesai, hehehe…

Arthalyta : Siap, tinggal…

Kata “siap” yang diucapkan oleh Arthalyta menunjukkan bahwa “bergaul” dengan aparat bukanlah hal yang luar biasa baginya. Ia ingin mengidentifikasikan dirinya dengan lawan bicara (Kemas Yahya Rahman). Secara pribadi, saya menemukan kata siap dalam pembicaraan telpon yang saya lakukan, biasanya ketika saya sedang berbicara dengan teman-teman kuliah saya yang kebetulan bekerja sebagai polisi dan atau di komisi pemberantasan korupsi. Pada bagian lain, siap menunjukkan bahwa Arthalyta ingin diposisikan tidak berbeda dengan KYR, sekalipun ia adalah individu yang memberikan gratifikasi, bukan yang menerima.

“Sudah dengar perkataan saya?. hehehe

I II

(anak) Kalimat I menunjukkan bahwa KYR ingin segera menyampaikan apa yang telah ia perbuat kepada lawan bicaranya, dan penuh keyakinan bahwa lawan bicara memiliki rasa keingintahuan yang tinggi atas apa yang telah ia lakukan[1] . Pada bagian lain, kita dapat pula berasumsi bahwa tindakan yang dilakukan memang telah “sesuai dengan pesanan” Ayin kepada dirinya…tentu akan memilukan apabila pesanan itu terjadi tanpa ada “janji” atau pun imbuhan “tanda jasa” setelah pesanan dikerjakan.

He..he..he, pada (anak) kalimat II dapat diartikan bahwa kegiatan yang KYR lakukan, bukanlah kegiatan yang sulit atau rumit. Mudah, bahkan ia dapat memberi kabar kepada si “pemberi pesanan” dengan tertawa atau nada ringan (kalau tidak dapat dikatakan riang). Pada bagian lain, ini dapat mengisyaratkan “nah, kemauan lu dah gua kerjain…jangan lupa jatah gua”.

Arthalyta : It’s good, very good

` I II

Penggunaan bahasa Inggris sebagai jawaban atas pertanyaan berbahasa dapat merepresentasikan satu dari beberapa hal di bawah ini :

i. Arthalyta Suryani (Ayin atau AS) telah mengetahui sedikit banyak tentang kemampuan diri KYR. Sederhananya, tentu seorang Jampidsus, bisa-lah bahasa Inggris. Tentu itu secara awam, secara tidak awam, AS telah mengenal moda berbicara atau bercakap-cakap ala KYR. Apabila hal ini benar maka pengakuan KYR tidak kenal dekat dengan Ayin adalah fitnah.

ii. AS ingin menunjukkan apresiasi yang di luar dari kebiasaan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan KYR bukanlah hal yang biasa, sehingga ia mengapresiasi dalam bahasa Inggris.

iii. Kemampuan bahasa Inggris yang ditunjukkan Ayin, menggambarkan bahwa ia perlu mengimbangi “kepangkatan” KYR. Sekalipun bukanlah hal yang luar biasa di negeri ini, bahwa hukum bisa dibeli, dalam artian di negeri ini bukanlah presiden yang memimpin, tapi pengusaha-lah yang menjadi penguasa.

(anak) Kalimat I, menunjukkan bahwa AS mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh KYR.Apresiasi ini dapat ditengarai bahwa apa yang dilakukan oleh KYR – secara minimal – telah memenuhi pesanan dan atau keinginan AS[2]. Selain itu, AS juga telah (mengharapkan) tidak hanya mengetahui tindakan dari KYR. Sementara (anak) kalimat II menekankan bahwa tindakan KYR memang diapresiasi dengan baik dan seksama oleh Ayin dan atau Ayin ingin menegaskan bahwa perbuatan itu melebihi dari ekspektasi yang pernah ia kemukakan (mungkin) kepada KYR berkaitan dengan “kepentingan” yang menyebabkan ia mendatangi kejaksaan agung.

Kemas : Jadi tugas saya sudah selesai, hehehe…

I II

Perkataan KYR ini dapat dianggap mewakili satu dari beberapa asumsi di bawah ini :

i. (anak) Kalimat I menunjukkan bahwa selain Hendarman Soepandji, KYR juga “bekerja” dan atau “memiliki boss” yang lain.

ii. Tugas ini merupakan kata kunci yang dapat dijadikan jangkar untuk mengetahui isi pertemuan antara KYR dengan AS, tentu hal ini hanya dapat dibuktikan apabila KYR maupun AS memiliki kejujuran, sesuatu yang jarang dimiliki oleh para “tersangka”

iii. Laporan ini menunjukkan bahwa apa yang ia lakukan tidak bersifat tanpa pamrih… Tugas saya sudah selesai menunjukkan pemenuhan kewajiban yang pada titik tertentu berimplikasi pada peluang atas “penerimaan hak”. Apakah dan berapa hak tersebut, hanya para jaksa yang terlibat dan Ayin yang tahu, tentu dengan Tuhan YME apabila salah satu dan atau kedua-nya masih mengakui keberadaan Tuhan YME.

iv. Sementara, (anak) kalimat II, menunjukkan bahwa keriangan atas penyelesaian tugas, akan mendapatkan “Keriangan” yang lain (gratifikasi dan atau “Upah”) dari AY

v. Atau ingin menunjukkan kepada AY, bahwa tugas yang ia berikan kepada KYR, “too simple” or “the most easiest things to be done by him” oleh seorang Jampidsus seperti dirinya. Mungkin dengan ejekan lain “rasain lu…masalah begini diserahin ke gua…nyaho kan ..nah…bayar…!!!

Arthalyta : Siap, tinggal…

Kata “Siap”, menunjukkan bahwa Ayin, telah mengetahui konsekuensi logis dari “tugas yang telah diselesaikan oleh KYR dan dinilai “very good” oleh Ayin. Tentu konsekuensi tersebut, sebagai masyarakat awam kita tidak tahu menahu dalam bentuk apa, tapi yang pasti bukan “Sorga” karena itu masalah Tuhan, tapi bukan tidak mungkin dalam bentuk perjalanan haji, (tentu beserta biaya dan ongkos jalan-jalannya) , dan tentu bukan jenjang kepangkatan, sebab untuk jenjang kepangkatan, akan lebih baik KYR mengabdi secara total kepada Hendarman Soepandji. Walhasil, “imbalan” bagi KYR dan merupakan “konsekuensi/ kewajiban” bagi adalah hal yang “hanya diketahui oleh Tuhan (dengan Nama Apa-pun Ia disebut), Arthalyta Suryani dan Kemas Yahya Rahman. Atau paling mentok, beberapa pihak dekat dengan Ayin, seperti boss-nya (Joker), atau jaksa-jaksa yang mengurus perkara terkait (?)…

Kata “tinggal” yang terpotong (ditandai dengan symbol ...) menunjukkan bahwa sekalipun Ayin telah puas dengan apa yang telah dilakukan oleh KYR, Ayin tetap menganggap bahwa masih ada pekerjaan yang belum tuntas, dan atau (boleh jadi) sesuai dengan permintaan Ayin kepada KYR sebelumnya (wallahu a’lam bisshowwab)… Atau kata “tinggal” secara minimal dapat berarti sesuatu “yang belum tuntas” dan diketahui secara bersama oleh kedua belah pihak (dalam hal ini AS dan KYR). Atau, AS, secara spontan, karena menganggap KYR merupakan bagian dari individu “yang bekerja” untuk dirinya…ingin menambah “beban kerja yang baru” (hal ini mungkin dapat kita “cium” dari potongan pembicaraan selanjutnya)… Hal yang tidak bisa dipungkiri secara awam adalah, pola pertukaran informasi dari keduanya (KYR – AS) secara telanjang dapat diidentifikasi sebagai pembicaraan antara kedua orang yang telah cukup mengetahui persoalan yang sedang mereka bicarakan (kalau untuk dikatakan “kenal dekat” terlalu telanjang).

Secara sederhana, seorang pegawai negeri memiliki dua boss bukanlah hal yang baru di negeri ini. Gampangnya, ajudan Ayin ternyata berpangkat sersan kepala, tentu hal ini menunjukkan bahwa pengusaha dapat membeli siapa pun di negeri ini, termasuk jaksa. Pada bagian lain, hal ini adalah logis, mengingat korupsi BLBI yang triliunan rupiah, sementara Jaksa yang memutuskan perkara, hanya mendapat gaji yang biasa-biasa saja. Kita tidak dapat memungkiri, bahwa keinginan untuk mencicipi kue ini adalah hal yang amat manusiasi. Sekalipun, pada titik tertentu kejujuran kita akan mengatakan bahwa manusia yang melakukan itu adalah bajingan (untuk para bajing, mohon maaf, mudah-mudahan Anda tidak merasa direndahkan oleh kalimat “bajingan” yang sering dinisbatkan kepada manusia yang mengedepankan nafsu hewani dibandingkan nurani yang ia miliki).

Kemas : Sudah jelas, itu gamblang, tidak ada permasalahan lagi

Ucapan yang memotong dari KYR dapat dianggap sebagai bagian dari pengetahuan KYR tentang apa yang akan dikatakan oleh Ayin selanjutnya. Seingat saya KYR bukanlah DUKUN dan tidak pernah beriklan atau mengiklankan dirinya sebagai PARANORMAL, maka…aktivitas ini menunjukkan proses pertukaran informasi (apapun bentuk dan isinya) adalah hal yang sudah biasa di antara keduanya. Bagi KYR, semua sudah final…tidak ada permasalahan lagi…Apakah hal ini semata-mata merujuk ke terbitnya Penghentian Penyidikan BLBI yang mengikutsertakan AS atau pimpinannya, atau malah berasumsi bahwa “apa pun, telah diselesaikan…maka…bagian dirinya yang sekarang harus didiskusikan…”

Arthalyta : Bagus itu

Kemas : Tapi saya dicaci maki, sudah baca (koran) Rakyat Merdeka nggak?

AS mengapresiasi apa yang dikatakan dan (telah) dilakukan oleh KYR. Tapi sayangnya, KYR juga menyelipkan “perjuangan dia yang sudah lebih dari apa yang diberikan (?) oleh AS kepada KYR. Kata-kata “tapi saya dicaci maki, sudah baca (Koran) Rakyat Merdeka nggak? Bagi KYR, apa yang diberikan sudah melewati ekspektasi yang diminta oleh AS. Guna menekankan perjuangan tersebut, ia menyebutnya dalam percakapan dengan AS.

Arthalyta : Ah, Rakyat Merdeka mah nggak usah dibaca

Kemas : Bukan, saya mau dicopot, hahaha… Jadi gitu ya

Keberuntungan kita kali ini adalah tanggapan dingin AS, yang mengatakan bahwa Rakyat Merdeka tidak pelu dibaca... Hal ini memancing kepada kalimat “Bukan, saya mau dicopot, ha…ha…ha…. Tertawa KYR ini menunjukkan bahwa ia bukan-lah individu yang dapat dicopot secara sembarangan…Hal ini dapat kita buktikan bahwa Hendarman Soepandji tidak dapat memberhentikan dia, malah mengapreasi dirinya sebagai Staff Ahli Kejaksaan Agung. Boleh jadi hal ini mengindikasikan bahwa Hendarman Soepandji ingin belajar “mencari kelebihan” melalui jabatan sebagaimana yang dilakukan oleh KYR(?) atau bagian dari pengakuan bahwa dirinya (Hendarman Soepandji) tidak seexpert KYR. Hal ini seingat saya tidak hanya berlaku bagi KYR, melainkan juga M.Salim, yang bersama KYR diangkat menjadi staff ahli Kejaksaan Agung. Jangan-jangan nanti Untung Udji Santoso juga diangkat sebagai “staff paling ahli” di kejaksaan Agung…Wallahu A’lam

Arthalyta : Sama ini Bang, Saya mau infokan.

Kemas : Yang mana?

Arthalyta : Masalah si Joker

Kemas : Oh nanti, nanti, nanti

Arthalyta : Oh nggak, itu kan saya perlu jelasin Bang,

Kemas : Nanti, nanti, nanti, tenang aja

Naasnya, bagi AS, permasalahan ini masih belum tuntas, dan kembali menunjukkan “kehangatan hubungan” antara AS dengan KYR… Ungkapan ini dapat kita cermati pada “Joker”. Kecuali bagi pemain kartu, Joker berarti musuh dari Batman (DC Comics). Batman pembela keadilan dan Joker adalah penjahat. Jelas bahwa keduanya lebih memilih untuk berhubungan dengan penjahat (ha..ha…ha..; ya jelas, penjahat lebih berani membayar mahal dibandingkan negara…hiks). Tapi dalam hal ini, yang ingin saya tekankan adalah Joker bagian dari “sesuatu yang telah diketahui oleh mereka berdua” maka siapa pun Joker, tentu keduanya sudah tahu, kalau tidak ia akan mengatakan nama aslinya…Atau saya juga penasaran, jangan-jangan di Akte Kelahiran Djoko Chandra, nama asli yang diberikan kedua orang tua-nya adalah Joker…wuih…keren…

Keinginan KYR untuk memotong pembicaraan dan keinginan AS untuk tetap meneruskan pembicaraan menunjukkan bahwa “telah terjadi pembicaraan yang berkesinambungan antara keduanya, dan permasalahan yang didiskusikan antara mereka berdua lebih dari sekadar penuntasan kasus yang sedang diurus oleh AS”

Arthalyta : Hari Selasa saya mau ke situ

Kemas : Nggak usah, nggak usah. Itu gampang itu. Nanti..nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah ada pesan dari sana . Kita…

Arthalyta : Iya, sudah

Kemas : Sudah sampai itu

Arthalyta : Iya, tapi begini Bang.

Kemas : Jadi gini..gini… Ini sudah terlanjur kita umumkan. Ada alasan lainnya jadi sudah ada dalam perencanaan.

Kata-kata situ dapat merujuk ke individu atau lokasi tempat KYR bertugas. Apabila hal ini merujuk ke diri KYR, jelas dan semakin telanjang bahwa keduanya telah memiliki hubungan yang baik. Mungkin hubungan baik ini perlu ditiru oleh pihak-pihak yang sedang bertikai di dalam suatu parpol tertentu, yaitu dengan catatan, jadikanlah uang sebagai alat negoisasi… Situ juga menunjukkan bahwa lokasi atau individu yang dituju telah lama dikenal, apabila tidak ia akan merujuk ke (misalnya) kantor bapak, kejaksaan atau menemui bapak.

Tapi kata Bang, yang mungkin singkatan dari Abang (kakak laki-laki) merujuk bahwa hubungan ini tidak hanya dekat, tetapi seperti saudara. Apabila KYR memang memiliki hubungan darah dengan AS, tidak heran kalau ia juga akan “ikhlas” berdarah-darah untuk membela saudarinya. Apabila hal ini benar, maka kita tidak perlu heran apabila KYR memiliki kekayaan yang di atas rata-rata jaksa di Indonesia , sebab, adik KYR (Ayin) adalah pengusaha sukses (?)

Pada bagian lain, kedekatan juga dapat menunjukkan keintiman Ayin kepada KYR, di Indonesia memanggil kekasih dengan sebutan Mas, Bang (untuk laki-laki) adalah hal yang biasa, sebagaimana seorang laki-laki memanggil “Dik” perempuan yang ia kasihi. Jelas bahwa ketidakdekatan antara keduanya harusnya sudah terbantahkan dengan isi percakapan di antara mereka berdua.

Terakhir, kata perencanaan, menunjukkan bahwa apa yang telah dilakukan oleh KYR (maupun dkk) adalah hal yang telah rapi, ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan bukan di luar dari pengetahuan dirinya. Kata terlanjur, merupakan bagian yang perlu dijelaskan, apakah terlanjur semata-mata pada pengumuman tentang penghentian penyidikan atau ada hal lain seperti misalnya terlanjur saying…karena uang yang sudah di depan mata, atau karena kekasih yang meminta…wallahu A’lam.

Akhirnya, ketelanjangan hubungan antara Kejaksaan dan atau penegak hukum dengan penjahat, adalah hal yang memilukan (karena para pelaku tidak pernah dan tidak akan merasa malu). Akankah ketelanjangan ini berhenti, atau Hendarman Soepandji, sebagai Jaksa Agung juga ingin bertelanjang dada, memasang badan atas kasus ini. Secara pribadi, saya hanya tertarik apabila AS yang bertelanjang dada…(maaf, menurut saya ini normal, mudah-mudahan juga menjadi alat untuk membayangkan masa muda AS…hiks).

Maka, saat ini, mulailah kita membuka mata, bahwa mempercayai penegak hukum di Indonesia , adalah hal yang hampir dapat dikatakan tidak masuk akal…Boleh jadi peringkat ketidak masuk akalan ini hanya satu tingkat di bawah kepercayaan kita (apabila kita lakukan) terhadap Dukun (A udzu billahi min dzalik)

Sebagai penutup, untuk membuka ini semua, adalah wajar apabila pengadilan tipikor meminta keterangan dari para ahli bahasa; terutama yang memiliki keahlian linguistik, terlebih khusus pada linguistik terapan. Hal ini (mudah-mudahan) dapat membuka mata para penjahat, bahwa yang dapat membuka kejujuran tidak hanya “lie detector” melainkan kata-kata dari diri mereka sendiri. Penting sekali untuk saya tekankan bahwa penuntasan ketelanjangan ini, dapat mengungkapkan betapa kita (terutama penegak hukum) lebih biasa untuk menerima kejahatan sebagai kejahatan apabila mereka tidak terlibat di dalamnya, apabila mereka terlibat, maka mereka melihat itu sebagai perjuangan mereka dalam bentuk lain…Inna lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun….




[1] Hal ini boleh dirujuk kepada pernyataan KYR, yang mengatakan ia pernah bertemu dengan Ayin dan Ayin menginginkan informasi (atau hal yang lebih dari itu) tentang perkara BLBI, disini yang dijadikan rujukan adalah “masyarakat menginginkan informasi, dan tugas saya untuk memberikan informasi tersebut”…(kira-kira begitu pernyataannya) ,

[2] Kembali, perlu “dikejar” dengan jelas, pertemuan Ayin – Kemas sebelum pembicaraan telpon ini berlangsung, semoga hal ini tidak menjadi rahasia Tuhan…

DISCLAIMER : Semua Nama, Alamat, Tempat, Kejadian, atau Apapun yang tertulis dalam tulisan ini semata-mata hanya untuk tulisan ini. Terjadinya persinggungan nama, alamat, tempat, kejadian atau apapun yang tertulis dalam tulisan ini dengan kejadian di dunia nyata adalah hal yang tidak disengaja. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memberdayakan proses pembelajaran membaca, baik secara bahasa maupun sastra ; aliran bebas tak beraturan. Kritik dan Lelucon yang hadir, semata-mata guna memberdayakan diri kita untuk lebih dapat melihat kenyataan sebagai kenyataan. Amin. Tulisan ini dapat dikutip, oleh siapa pun juga, di mana pun juga, secara bebas, seluas-luasnya, demi kepentingan terselenggaranya proses pembelajaran membaca secara benar di dunia ini, dengan mencantumkan alamat blog ini sebagai bentuk apresiasi alamiah atas ide penulis.
Apresiasi dari pembaca baik berupa kritik, cacian, dorongan, keberatan atau apapun juga dapat dilayangkan ke ganggang.birulaut@gmail.com



Technorati Profile

Canda Garing 0003

SBY

I'm not a scientist myself...2 Juni 2008

http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/ 06/tgl/02/ time/161511/ idnews/949059/ idkanal/10

apabila scientist dirujuk kepada link dibawah ini

http://www.sederet. com/translate. php?from_ to=eng2indo&kata=scientist&var=590686aa8f000ee cc67115706092971 5

dapat berarti sarjana, maka ungkapan ini menunjukkan bahwa Gelar Sarjana yang didapat oleh SBY, entah pada jenjang S1, S2 hingga S3...adalah sesuatu yang kebetulan...

maka data dari link dibawah ini...

http://www.presiden sby.info/ index.php/ statik/profil/

....Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian..

dapat dikatakan "batal demi kejujuran", jadi kata-kata SBY seorang ilmuwan teruji, seharusnya dihapus segera setelah ia mengatakan "I am not a scientist, myself. Apabila (kalimat tersebut) yang ia maksud adalah untuk BLUE ENERGY, maka ia adalah bantalan atau bemper...bagi Heru Lelono (dalam hal ini harus diakui, tidak hanya,JK, Bakrie, bahkan Heru Lelono-pun) dapat meminta diri SBY sebagai bemper..

KASUS SUAP di KEJAKSAAN AGUNG (1)

Wisnu Subroto, Jamintel, membantah ada skenario penyelamatan Arthalyta oleh Kejagung melalui keinginan kejagung untuk menangkap Arthalyta... (lihat link di bawah ini)

http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/ 06/tgl/12/ time/110009/ idnews/954984/ idkanal/10

Ha..ha...sebagai seorang sarjana, memang pantas kalau Wisnu mengatakan hal itu...karena memang sedikit sekali rakyat Indonesia yang memiliki pendidikan tinggi hingga tingkat sarjana... Tapi....bagi kalangan yang cukup berpengetahuan (sekalipun tidak sarjana seperti dirinya) ,,akan berkata...

"Tolol aja kalau gua percaya yang diselametin Ayin, yang diselamatin itu boss-nya Ayin..yang punya Uang...siapa dia...(mohon tanyakan langsung kepada Wisnu Subroto, Kemas Yahya Rahman, Untung Udji Santoso, dan tentunya Urip Tri Gunawan...oh ya...tolong jangan lupa bertanya kepada Hendarman Supandji)

KASUS SUAP di KEJAKSAAN AGUNG (2)

Arthalyta telah mengenal Urip Tri Gunawan selama 5 Tahun, tapi tidak tahu kalau Urip adalah Jaksa...(lihat link di bawah ini)

http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/ 03/tgl/10/ time/165301/ idnews/906142/ idkanal/10

Ha..ha..ha.. .ha...Ayin. .memang lugu...sayang sudah tua...ah andai saja... O ya beberapa cerita opera sabun juga sering menampilkan seorang lelaki yang tidak mengetahui bahwa wanita idamannya adalah "call girl"...Jangan- jangan, Ayin lebih hafal bentuk dan tanda tubuh UTG dibandingkan pekerjaannya, .,,Ayin., ,Ayin...

O ya Untuk pengacara... tetep..." Maju Tak Gentar Membela Yang Bayar"...

KASUS SUAP di KEJAKSAAN AGUNG (3)

Akhirnya, terkuak, kenapa Hendarman Supandji tidak berani memberikan sanksi pemecatan kepada Kemas Yahya Rahman...(lihat link di bawah ini)

http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/ 06/tgl/25/ time/135045/ idnews/962192/ idkanal/10

Ha..ha..ha.. .ha...Ternyata Hendarman Supandji takut dipenggal oleh Kemas Yahya Rahman...Luar Biasa, Kemas Yahya Rahman memang "Palembang" sejati..."Two Thumbs Up"

KASUS SUAP di KEJAKSAAN AGUNG (4)

Metro this week hari ini (29 Juni 2008) menampilkan kutipan salah seorang Jaksa yang terlibat (?) yang mengatakan "Allah tidak tidur" Hal itu ia katakan sebagai penegasan atas keterlibatan (ketidakterlibatan) dirinya pada kasus suap Ayin - UTG...

Ha..ha..ha.. .ha...saya percaya Allah tidak tidur, masalahnya.. .saya ragu-ragu... apakah ia tidak tidur berarti MEMPERHATIKAN ANDA atau malah MENERTAWAKAN ANDA...ha... ha...ha.. . Selamat PAK JAKSA...di saat kritis ANDA ingat TUHAN...di saat senang ANDA ingat SIAPA??? Ha..ha..ha.. Selamat, ANDA masih manusia...Sebagai manusia, (maaf) saya pun lebih sering mengingat TUHAN pada saat kritis, tapi mudah-mudahan saya tidak menjadikan keberadaan TUHAN sebagai BEMPER...ha. .ha..ha.. (Apabila Anda bebas dari tuduhan atau dinyatakan bersih...MOHON TIDAK LUPA MENGINFAKKAN harta Anda kepada Golongan yang berhak...

KASUS SUAP di KEJAKSAAN AGUNG (4)

Untung Udji Santoso mengaku telah mengundurkan diri dari jabatannya, atas dugaan keterlibatan dirinya pada kasus suap yang dilakukan Arthalyta Suryani link-nya

http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/ 06/tgl/26/ time/143742/ idnews/962892/ idkanal/10

Sementara Hendarman Supandji membantah...

link-nya

http://www.detiknew s.com/index. php/detik. read/tahun/ 2008/bulan/ 06/tgl/26/ time/144638/ idnews/962906/ idkanal/10

Ha...ha...ha. ..

3 - O ...gerombolan Vs Hendarman Supandji

1 - O dicetak secara brilliant oleh Urip Tri Gunawan, tidak hanya mendapatkan uang atas gol ini, tapi ditengarai hasil uang juga dibagikan ke pihak lain (?)

2 - 0 dicetak secara bersamaan oleh dua orang (gila gimana cara ngegollinnya ya?) Kemas Yahya Rahman, M. Salim, atas gol mereka berdua, keduanya diangkat sebagai staff ahli bagi Hendarman Supandji...Alhamdul illah...kita punya Jaksa Agung yang mau mengakui kekurangan dirinya.

3 - 0 dicetak melalui hubungan telpon antara pejabat kejaksaan dengan Ayin...dan terlebih penting, UUS berhasil "mundur" sebelum "dicopot dan atau dipecat"

Skor ini, bukanlah hasil dari Spanyol Vs Rusia, tapi kejadian di dalam negeri, sayangnya para penonton pada pertandingan ini,adalah rakyat Indonesia, yang membayar MAHAL melalui pajak dan retribusi kepada PEMERINTAH (termasuk JAKSA AGUNG) juga dibiayai oleh MASYARAKAT.. .Ha..ha.. .ha... Selamat untuk JOKO S CHANDRA, ARTHALYTA SURYANI, OC KALIGIS, DAN KEJAKSAAN AGUNG....wow. ..keren.. .

DISCLAIMER : Semua Nama, Alamat, Tempat, Kejadian, atau Apapun yang tertulis dalam tulisan ini semata-mata hanya untuk tulisan ini. Terjadinya persinggungan nama, alamat, tempat, kejadian atau apapun yang tertulis dalam tulisan ini dengan kejadian di dunia nyata adalah hal yang tidak disengaja. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memberdayakan proses pembelajaran membaca, baik secara bahasa maupun sastra ; aliran bebas tak beraturan. Kritik dan Lelucon yang hadir, semata-mata guna memberdayakan diri kita untuk lebih dapat melihat kenyataan sebagai kenyataan. Amin. Tulisan ini dapat dikutip, oleh siapa pun juga, di mana pun juga, secara bebas, seluas-luasnya, demi kepentingan terselenggaranya proses pembelajaran membaca secara benar di dunia ini, dengan mencantumkan alamat blog ini sebagai bentuk apresiasi alamiah atas ide penulis.
Apresiasi dari pembaca baik berupa kritik, cacian, dorongan, keberatan atau apapun juga dapat dilayangkan ke ganggang.birulaut@gmail.com



Senin, 09 Juni 2008

Pengakuan Bersahaja

PERNYATAAN KEPRIHATINAN DAN PERMOHONAN MAAF


Saudara-saudaraku, baik muslim maupun non muslim, perkenankan kami, mewakili PKS untuk menyampaikan pernyataan keprihatinan kami dan permohonan maaf.


Beberapa hari lalu, calon pasangan Gubernur yang kami dukung beserta PD, yaitu SS, bersama pasangannya, telah ditetapkan sebagai tersangka pada salah satu kasus korupsi di Jawa Tengah.

Sejujurnya, tidak ada yang lebih baik untuk kami utarakan, selain mengakui beberapa hal di bawah ini, yaitu :


1. Mengenai SS, hal itu merupakan salah satu kebijakan partai kami, sebagaimana yang telah kami lakukan di DKI, Tangerang, Banten,dll, yaitu membahasakan politik sebagai biaya dari membangun masyarakat madani. Tentu, sebagai partai yang berwawasan bahwa politik kebangsaan, mustahil kami biaya menjanjikan adanya perubahan wawasan kebangasaan apalagi masyarakat madani, tanpa adanya pembiayaan…ya tha? Tentu, Anda tahu kan berapa kekayaan SS, dan bisa donk mengira-ngira, berapa ia kami minta...????


2. Percayalah, uang yang kami dapatkan, akan kami gunakan untuk kepentingan masyarakat banyak, tapi, maaf sebelumnya, sebagaimana saran dari salah seorang dai yang sempat terkenal, berbuat kebaikan harus dimulai dari diri sendiri, maka kami tegaskan, kami harus mensejahterakan kader,penjabat partai, pimpinan partai baru yang lain-lain…ya tha?


3. Kalau boleh melakukan pengakuan, bagi partai kami, menjerumuskan orang-orang dengan cara-cara bermartabat, adalah pilihan yang tidak dapat kami hindari (harus kami pilih), gampangnya, mungkin saudara-saudara masih ingat, ketika kami menjelaskan kepada masyarakat banyak…bahwa kami berhasil menyelamatkan uang negara (Kampanye Pemilu 2004) sejak tahun 1999. Padahal apa yang bisa kami banggakan dengan kata penyelamatan, karena uang tersebut memang bukan hak kami… Tapi ya sudahlah, secara kebetulan kebanyakan masyarakat Indonesia pada saat itu masih buta politik (kalau tidak bisa dikatakan bodoh)…dan ini adalah peluang, dari zaman baheula, sudah ada ujar-ujar yang mengatakan “Kesempatan tidak akan berulang kedua kali” dan sebagai kalangan yang cukup berpendidikan…adalah bodoh kalau kami tidak memanfaatkan peluang tersebut…


4. Bahkan, kami tidak segan-segan menumpulkan rasa ingin tahu (kalau di kalangan luar dikenal dengan sikap kritis), yaitu dengan jalan hanya memberikan pengajian berdasarkan tataran level yang kami buat, persetan apakah dia pandai atau tidak, kesepakatan kami adalah kami yang menentukan…Banyak hal yang membuat kami “ngeri” untuk menghidupkan “kritis” di tempat kami…sengaja kami buat anggota sebagai “kerbau…maaf…manusia yang kami cucuk hidupinya”.hiks…sekali lagi maaf, ini semata-mata kebijakan partai….


5. Kami juga harus mengakui, kami merekrut kader yang sebenarnya atau kebanyakan dari orang yang “keder”. Kami bersama beberapa kader yang telah berhasil kami bentuk (baca; cuci otak) Insya Allah, tahu bagaimana membendakan antara orang pandai tapi miskin ilmu agama, dengan orang pandai yang haus; tapi tidak tahu dari mana harus mencari ilmu agama, serta orang yang tahu agama dan memahami bahwa kritis itu “tuntutan Ketuhanan”. Untuk manusia jenis satu dan dua, itu kami pilih (baca; mangsa) untuk yang ketiga, kami harus hindari.


6. Terakhir, kami harus kabarkan berita baik, bahwa saat ini, kami telah merambah otak-otak insan muda Indonesia, apabila pada satu dekade lalu kami mulai dari SMA, maka kini kami telah menyusupkan faham kami sejak dini, minimal dari TK pengenalan, SD pewarnaan, dan SMP pengikutsertaan… Terus terang, kami belajar banyak dari pemerintah, yang mulai berkonsentrasi kepada Pendidikan Anak Usia Dini…jadi kami gak salah donk!!! Kami percaya…apabila dari kecil mereka kami tanamkan nilai-nilai kekamian, maka ketika mereka beranjak dewasa, mereka memiliki ketetapan hati untuk berpolitik, sekalipun harus bertarung ( baca;membangkang ) kedua orang tua mereka masing-masing. Ini mudah, karena apa yang kami ajarkan akan kami “kemas” dengan nuansa keagamaan. (Maaf, jangan dikira kami tidak punya agama lho!)


7. Pernyataan keprihatinan ini, harus kami tutup; bahwa kami prihatin, terpaksa harus “membuka” isi perut kami dengan cara yang lugu (tunggu ketahuan; baru keluar pengakuan). Permohonan maaf, kami luncurkan semata-mata, untuk menegaskan kepada masyarakat luas, bahwa, maaf, sementara ini, kami harus mensejahterakan diri kami, baru bisa berfikir untuk diri kami…kalau kedua hal tersebut sudah kami dapatkan..kalau ada kesempatan…kami akan mencoba memikirkan kisanak dan nisanak. Sejatinya…agar saudara-saudara juga ikut kami pikirkan; cara yang paling mudah adalah bergabung dengan kami, menyediakan hidung untuk kami cucuk.


O,ya, PKS adalah Partai Kerabat Setan, bukan yang lain, dan kami tidak bertanggungjawab, apabila ada yang terpeleset, atau memelesetkan PKS dengan kepanjangan lain.



Salam Sejahtera


Pemerintah (Ini menunjukkan kami hanya bisa “memerintah” dan tiap memerintah tidak berarti kami melakukan proses yang bernama “berfikir”) PKS

a/n Orang Pertama di PKS (lihat, selain kami, berarti selama ini yang bergabung di PKS adalah Setan)


TS
(5h1t 0f 7h3 D3v1l)

PS.
Agar anda tidak bingung, kenapa kami beraliansi dengan PD, kebetulan PD adalah kepanjangan dari Partai Dedemit, terima kasih.



DISCLAIMER : Semua Nama, Alamat, Tempat, Kejadian, atau Apapun yang tertulis dalam tulisan ini semata-mata hanya untuk tulisan ini. Terjadinya persinggungan nama, alamat, tempat, kejadian atau apapun yang tertulis dalam tulisan ini dengan kejadian di dunia nyata adalah hal yang tidak disengaja. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memberdayakan proses pembelajaran membaca, baik secara bahasa maupun sastra ; aliran bebas tak beraturan. Kritik dan Lelucon yang hadir, semata-mata guna memberdayakan diri kita untuk lebih dapat melihat kenyataan sebagai kenyataan. Amin. Tulisan ini dapat dikutip, oleh siapa pun juga, di mana pun juga, secara bebas, seluas-luasnya, demi kepentingan terselenggaranya proses pembelajaran membaca secara benar di dunia ini, dengan mencantumkan alamat blog ini sebagai bentuk apresiasi alamiah atas ide penulis. Apresiasi dari pembaca baik berupa kritik, cacian, dorongan, keberatan atau apapun juga dapat dilayangkan ke ganggang.birulaut@gmail.com

Rabu, 04 Juni 2008

Selamat Atas Kesuksesan Anda

Teman-teman... akhirnya

BBM naik juga.... dan kembali berbagai pertimbangan diutarakan, semata-mata sebagai bagian dari pembenaran ala pemerintah atas tindakan mereka


Teman-teman...untuk yang satu ini, kenaikan BBM, mari kita sama-sama kita mengucapkan selamat, atas kesuksesan SBYJK, sebagai penentu kebijakan kenaikan harga BBM. Kalau tidak salah ini yang ketiga pada masa pemerintahannya.

Tentu selamat ini juga berarti...boleh jadi untuk kemudian hari sbyjk tidak selamat. Satu hal menarik yang saya dapati adalah, kenaikan BBM ini, merupakan bagian dari pembuktian ulang asumsi saya, bahwa secara de fakto, Presiden Republik Indonesia saat ini, adalah Jusuf Kalla.

Semoga....untuk kemudian hari, Jusuf Kalla lebih dapat percaya diri, untuk tampil sebagai orang nomor I di Republik Indonesia, tidak semata-mata mengandalkan posisi keuangan, untuk menggandeng (atau mengemudikan) orang lain.


Terima Kasih.



DISCLAIMER :

Semua Nama, Alamat, Tempat, Kejadian, atau Apapun yang tertulis dalam tulisan ini semata-mata hanya untuk tulisan ini. Terjadinya persinggungan nama, alamat, tempat, kejadian atau apapun yang tertulis dalam tulisan ini dengan kejadian di dunia nyata adalah hal yang tidak disengaja. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memberdayakan proses pembelajaran membaca, baik secara bahasa maupun sastra ; aliran bebas tak beraturan. Kritik dan Lelucon yang hadir, semata-mata guna memberdayakan diri kita untuk lebih dapat melihat kenyataan sebagai kenyataan. Amin. Tulisan ini dapat dikutip, oleh siapa pun juga, di mana pun juga, secara bebas, seluas-luasnya, demi kepentingan terselenggaranya proses pembelajaran membaca secara benar di dunia ini, dengan mencantumkan alamat blog ini sebagai bentuk apresiasi alamiah atas ide penulis.
Apresiasi dari pembaca baik berupa kritik, cacian, dorongan, keberatan atau apapun juga dapat dilayangkan ke ganggang.birulaut@gmail.com

Rabu, 14 Mei 2008

Perubahan Singkatan Dari SBYJK

Teman-teman

Dinihari tadi saya mencoba untuk berkontemplasi...dipandu dengan hati nurani saya (hati nurani ; hati yang mempunyai dua api atau cahaya). Nah. teman-teman. kontemplasi sederhana saya berasal dari kecemasan tentang kepanjangan dari SBYJK yang ada di blog ini.

Suka Bercanda Ya Jelas Keren, merupakan bagian dari emosi sesaat, dari diri saya, yang sebenarnya hanya bagian dari yang tidak diketahui banyak orang (apa sih ganggang biru? ; itukan cuman pelajaran biologi zaman SMP-SMA...ih,ngapain minta diingat)


Banyak kepongahan apabila saya mengklaim bahwa banyak bercanda adalah hal yang keren. Oleh karena itu, saya melihat perlu peninjauan ulang atas kepanjangan i (kata-kata peninjauan bukan berarti ganggang biru adalah bagian dari wakil dewan yang terhormat; atau bagian dari mereka; yang sering mempergunakan kosa kata "Peninjauan").


Dengan segala kerendahan hati, maka SBYJK yang pada awalnya Suka Bercanda Ya Jelas Keren...saya ubah dengan Suka Bercanda Ya Jelas Kekanak-kanakan. Berikut beberapa pemikiran sederhana tentang kekanak-kanakan.

1. Dalam hidup, setelah natal,adalah kanak-kanak- remaja - dewasa - tua. Banyak yang mengatakan masa tua adalah masa kembali ke masa kanak-kanak. Pada tahap ini, seringkali kita melihat orang berbuat kekanak-kanakan. Maka, kanak-kanak adalah satu-satunya proses dalam hidup seorang manusia, yang dapat berulang.

2.Bagi pemeluk agama Islam, seringkali kanak-kanak adalah masa sebelum seseorang mencapai akil balig. Pada masa ini, individu dianggap belum memiliki pertanggungjawaban utuh atas tindak-tanduknya, kepada SANG MAHA PENCIPTA. Tanggungjawab atas hal tersebut, masih dipikul oleh kedua orang tuanya. Pertanyaannya, bagaimana apabila anak terlahir yatim piatu? atau terlahir dari hasil hubungan tidak diizinkan secara agama? Pada anak yatim piatu, kedudukan pembimbing adalah pada masa sekitar atau keluarga terdekat, tapi apakah ia mempertanggungjawabkan tindak tanduk anak berasaskan prinsip pahala dan dosa, maka dalam agama saya atau dalam pemahaman Islam penulis (maaf, muallaf) hanya Wallahu A'lam Bisshowab
Untuk anak yang terlahir karena perbuatan yang tidak dihalalkan secara agama Islam, pengetahuan kosong penulis tentang Islam menunjukkan bahwa anak yang terlahir adalah suci, masalah pertanggungjawaban agama atas sang anak berada tetap pada laki-laki dan wanita yang menjadi orang tua dari si Anak.
Maka, kanak-kanak seyogyanya adalah masa pembelajaran yang paling luas dan menjanjikan pada tahapan manusia. Pada tahapan kanak-kanak awal, anak belajar untuk menjadi dewasa, dan pada masa kanak-kanak tahap akhir, anak belajar untuk menempuh hidup di alam setelah hidup.

3. Kanak-kanak identik dengan masa gembira tanpa pretensi apapun, maka blog ini termasuk akronim dari SBYJK, dapat dianggap sebagai bentuk katalisasi kegembiraan penulis - ditengah sebesar apapun himpitan yang ada. Semoga.

4. JK dapat juga diartikan Jelas Kekanak-kanakan sebagaimana yang saya inginkan, tapi dapat juga dijadikan "Jelas Kampungan". Hal ini penulis apresiasi bahwa pada titik awal, bahkan kota sebesar New York pun berawal dari Kampung. Tindakan kampungan, atau berlaku seperti seorang kampung, merupakan bagian dari kenyataan yang harus dijalani seorang kota.

Maka, Suka Bercanda Jelas Kekanak-kanakan, mohon dapat diartikan sebagai proses pembelajaran tiada henti, yang dilakukan penuh harapan atas segala yang baik, tanpa memikirkan segala yang buruk, dan dilakukan melalui proses bercanda...

Semoga ....

Senin, 12 Mei 2008

Canda Garing 0002

Berkelit Ala SBYJK 002


Teman-teman, dini hari tadi saya dikejutkan oleh suatu permintaan "ngobrol imajiner" dari SBY. Sungguh, saya tidak menyangka, kalau beliau masih terjaga, tapi...karena permintaan ini dari petinggi, saya tidak kuasa (baca; tidak berani) menolaknya.


Secara tak sadar, otak saya mereka-reka, bahwa hal ini disebabkan oleh terganggunya pikiran beliau atas rencana kenaikan harga BBM yang akan datang, tapi siapa nyana, apa yang diobrolkan ternyata lain dari yang dikira...


SBY 1 :
Om, saya gak bisa tidur neh, mimpi aneh...ngeri...ujarnya lirih.

Ganggang Biru Laut 1 :
Mimpi Aneh...karena kepikiran dampak kenaikkan BBM bagi 2009 Pak? Tanya saya sekaligus mengarahkan...(ini untung-untungan, masak sih wong cilik bisa "mengarahkan" SBY, emangnya duitku sebanyak duit para saudagar zaman sekarang).


SBY 2 :
Bukan, bukan itu...kalau itu mah saya sudah pasrah...hiks (entah ini tercekik atau menelan ludah...saya tidak berani menanyakannya kepada SBY...maaf...)

Ganggang Biru Laut 2 :
Alhamdulillah, Puji Tuhan... mudah-mudahan bukan masalah besar yang mengganggu tidur Anda.


SBY 3 :
Entah...saya gak ngerti...kalau tidak salah mimpi saya seperti ini Om...

Alkisah...pada saat seseorang telah di alam kubur ...(SBY bercerita secara perlahan; jangan kaget kalau SBY pintar mendongeng, sebab Ia boleh jadi salah satu penggagas "Mobil Pintar" yang salah satu kegiatannya adalah mendongeng) Mereka akan ditanya oleh Malaikat...tentang apa yang telah dikerjakan si mayat pada saat hidup....


Ganggang Biru Laut 3 :
Oooo...kalau itu mah biasa Pak...(potong saya tidak sabar)...


SBY 4 :
"Eits...nanti dulu, (terlihat gusar), "Kamu berani memotong pembicaraan saya ya!? setengah berteriak SBY memaki saya.


Ganggang Biru Laut 4 :
"Maaf Pak, saya lupa... (sekalipun obrolan ini imajiner, ternyata pangkat dan jabatan tetap melekat ya pak; lontaran dalam kurung ini hanya saya simpan dalam hati, maklum saya tidak memiliki senjata)

SBY 5 :
"Baik, saya lanjutkan,(menghela nafas panjang, mengeluarkan kata perlahan setengah berbisik), "ternyata pertanyaan tersebut telah banyak berubah, menurut mimpi saya, pertanyaan malaikat itu adalah "kamu berasal dari negara mana? keturunan mana? "Nah...malaikat tadi mengabarkan bahwa sebelum akhir 2004, yang menjawab Yahudi atau Israel,langsung "dititipkan" di neraka...

Ganggang Biru Laut 5
(Dalam hati) Jujur saya kaget dan setengah tidak percaya, sebab bagi saya hal itu bukanlah berita baru, bagi kami yang memeluk Agama Islam, ada kepercayaan bahwa memang Yahudi tidak mendapat tempat yang baik di akhirat; maaf...kepercayaan ini untuk Agama Islam yang saya anut lho, boleh jadi akan berbeda dengan apa yang teman-teman percayai, sekalipun agamanya sama...


SBY 6:
(masih dengan nada lirih serta sedikit tertahan)...setelah Tsunami di Aceh, pertanyaan Malaikat terhadap si Mayat tetap sama Om.... "Yang jadi masalah adalah reaksi Malaikat, apabila si Mayat menjawab; " orang Indonesia", tanpa ba-bi-bu, apalagi mempertanyakan keturunan...Malaikat langsung "mendepak mayat tersebut kedalam neraka"...Gila...(SBY setengah berteriak, dan terdiam , seperti menanti komentar saya).


Ganggang Biru Laut 6 :
Hah...(berteriak kaget) masak sih Pak...bukankah Tsunami sudah cukup mengorbankan orang Indonesia, bahkan penduduk dunia lainnya..."Yang bener aja... pendapat malaikat itu gak masuk akal...reaksiku pun ketus, setengah menilai tidak benar apalagi baik kepada sang malaikat..."gak genah"...keluhku lagi.


SBY 7 :
"Awalnya saya juga seperti Om, bahkan marah. Untung saja saya tidak memiliki kemampuan menempeleng cahaya (bagi pemeluk Islam; malaikat dikabarkan tercipta dari cahaya)...tapi...ketika mendengar alasan dan penjelasan si malaikat, saya dapat menerimannya kok.... "Pahit Om!" (ia berteriak kecil, pasrah).


Ganggang Biru Laut 7 :
Maksud Bapak...


SBY 8 :
Malaikat bilang setelah Tsunami, ternyata malah banyak Orang Indonesia yang mengorbankan para korban Tsunami atau bencana alam lain di Indonesia, untuk kepentingan dan kesejahteraan dirinya...jadi yah wajar sih...hiks (seperti tercekat; mungkin beliau kurang minum air putih pada dini hari ini)


Ganggang Biru Laut 8 :
Wah, kalau begitu Bapak aman donk...kalau bersih, kenapa harus takut...,setengah berteriak; ku utarakan,semata-mata, demi menjaga keceriaan hati SBY



SBY 9 :
Masalahnya...Om, saya pemimpin Indonesia, pada saat Tsunami terjadi hingga program awal rebuilding lokasi Tsunami...(sambil menyeka air mata)..... saya juga...belum dapat apa.apa... (suara seperti sesenggukan)


"Prak...suara tempat sampah plastik di depan kamar terhempas ke lantai...", biasalah- kucing rebutan sisa makanan di tempat sampah...sayangnya...kejadian ini memutus obrolan imajiner penulis, yang memang hanya dapat dilaksanakan pada saat penulis bobo...maaf (mohon diselesaikan sendiri kisah ini, menurut kepentingan, kepercayaan dan kebebasan berpendapat masing-masing pembaca)...




DISCLAIMER :

Semua Nama, Alamat, Tempat, Kejadian, atau Apapun yang tertulis dalam tulisan ini semata-mata hanya untuk tulisan ini. Terjadinya persinggungan nama, alamat, tempat, kejadian atau apapun yang tertulis dalam tulisan ini dengan kejadian di dunia nyata adalah hal yang tidak disengaja. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk memberdayakan proses pembelajaran membaca, baik secara bahasa maupun sastra ; aliran bebas tak beraturan. Kritik dan Lelucon yang hadir, semata-mata guna memberdayakan diri kita untuk lebih dapat melihat kenyataan sebagai kenyataan. Amin. Tulisan ini dapat dikutip, oleh siapa pun juga, di mana pun juga, secara bebas, seluas-luasnya, demi kepentingan terselenggaranya proses pembelajaran membaca secara benar di dunia ini, dengan mencantumkan alamat blog ini sebagai bentuk apresiasi alamiah atas ide penulis.
Apresiasi dari pembaca baik berupa kritik, cacian, dorongan, keberatan atau apapun juga dapat dilayangkan ke ganggang.birulaut@gmail.com